Setelah hampir setahun jadi dan ditempati..terlihatlah beberapa ‘kekurangan’ atau ‘ketidaksempurnaan’ atau kecerobohan tukang dan kelemahan pengawasan..pada proses pembangunan rumah, pembelian bahan..dan hasilnya seperti ini:

1. Lantai kamar mandi yg ternyata tidak tahan air panas, tidak tahan noda ..waktu itu belinya habitat-milan seri cotton ..ini yg bertekstur, krem dan tidak licin..jadi agak dof. Ternyata air dari shower itu kan tidak sempurna mengalir habis, nah sisa yang tertinggal meninggalkan bercak..lama-lama bercak jadi hitam..sudah disikat pakai sabun ..tidak juga hilang. yg belum sih pake porstex atau yang sejenis ya..tapi kelihatannya memang lapisannya tidak tahan sama bercak air.

bercak air di keramik habitat milan

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Acian tembok putih Drymix. Memang terlihat cepat mengaci nya serta buat tukang lebih mudah kerjanya. tidak lelah kata mereka. soalnya kalau acian pakai semen biasa harus terus digosok supaya tidak kering dan benjol-benjol. disamping itu,warna putihnya sangat menolong buat cat..lebih ringan mewarnai temboknya..karena dasarnya sudah putih, dibandingkan kalau acian semen, warna abu-abu.

Ternyata acian mortar ini lebih lunak..jadi aku pakai buat aci pilar rumah di teras..kena senggol dikit aja sudah sompal. rupanya memang kalau untuk pinggir jendela, pintu, tiang..sudut tembok..aciaan mortar putih ini tidak tangguh. tukang nya sempat bilang dicampur semen kalau buat bagian-bagian sudut..gw gak percaya..ternyata bener deh. ato sekalian aja aciannya gak pake mortar deh, pake semen aja buat sudutnya.

sudut tiang sompal aciannya

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Plafon terlepas. Ini pekerjaan yang ternyata harus ditunggu dan dilihat terus. Plafon rumah diborongkan pemasangannya saja ke tukang, gak taunya tukang mendelegasikan ke anak buah tanpa pengawasan sama sekali. alhasil baru beberapa bulan plafon gipsumnya lepas..kalo kata tukang yang ahli, ini karena cornice (bubuk putih seperti semen yang melekatkan gypsum) sudah terlanjur kering..tetapi masih ditempel. jadi idealnya bubur cornice masih berair..ditempelkan gypsumnya..perlahan dia mengering dan lengket. kalau sudah agak kering cornicenya, nanti gypsumnya yang lepas…duh kenapa ya gak diliatin waktu itu…

 

 

 

 

 

 

 

4. ini dia penyakit tembok yang laten..susah banget menghindarkannya. retak rambut. Tembok yang sudah dipasang batu bata atau hebel, diplaster..diaci licin, dikasih alkali, baru dicat 2x lapis..ternyata retak. biar gak mengganggu retak ini tidak merata di seluruh bagian rumah. Kelihatannya ini masalah pengerjaan. salah satu sebabnya pasir yg digunakan jelek, terlalu banyak lumpurnya, jadi belum bersih dicuci. kemungkinan lain, ngaduk pasir semen nya belum mateng alias belum cukup tercampur. akibatnya kurang homogen..enaknya pakai molen kali ya jadi terjamin homogen. lainnya-kecil kemungkinan tukangnya waktu plaster gak digosok dan ditekan rata..berkali-kali..sehingga kelihatan rata, tapi nanti waktu kena panas atau hujan..keluar deh tuh retak yang mengganggu mata.

Advertisements