Gak dinyana nyana, suatu hari mandornya ngasih surat bersampul coklat dari Kantor Pelayanan Pajak alias kantor pajak. Isinya, diminta menghadap untuk menyelesaikan kewajiban PPN bangun sendiri selambat lambatnya 7 hari sesudah surat diterima. Dilampirkan juga data data yang harus diisi lengkap dan dibawa serta. Rasanya gak berubah nih orang pajak..mental amtenaar..mo minta data kok maksa, dan minta menghadap aja harus selambat lambatnya…

Gw cuekin aja ..karena npwp gw bukan di kantor pelayanan pajak ini kok..lagian pbb segala masih belum berubah dari nama pemilik lama kok..jadi dia mau kasih sanksi misalnya ada, ke gw..gimana caranya? kalo identitas gw aja dia gak tau.

Alhasil dateng lagi peringatan kedua..yg lebih keras. disebutkan bahwa gw harus menyelesaikan ppn bangun sendiri 10%x 40% x nilai konstruksi yang dibuktikan dengan RAB ato anggaran konstruksi. weh..banyak juga yak 4% dari nilai konstruksinya.

Mulai deh search di google, aturan tentang ppn bangun sendiri. ternyata ppn dikenakan dengan logika demikian. kalo kita bangun rumah, lalu panggil kontraktor perusahaan gitu dan terima jadi ..dengan nilai konstruksi 100 termasuk material, maka kita akan bayar ke kontraktor itu 100 plus ppn 10% atau = 110. Kalo kita bangun sendiri..katakanlah dengan nilai yang sama 100, dikurangi keuntungan kontraktor 15%, kan biaya buat kita hanya 85. Nah untuk itu pemerintah merasa kehilangan pendapatan ppn yang 10 tadi gara gara konstruksi kita lakukan sendiri. padahal kenyataannya terjadi kenaikan nilai antara tanah kosong dengan tanah yang sudah ada rumahnya. kemana ditagihkan kenaikan nilai ini? ke pemilik rumah dalam bentuk ppn bangun sendiri. Nilainya tidak 10% karena diakui ada material bangunan yg dibeli dimana kita sudah bayar ppn atas material tersebut. Jadi kalo semua bahan kita beli di depo bangunan gitu, kan harganya pasti ditambahkan ppn 10%. Nah, kenaikan nilai itu menurut pemerintah bukan pada nilai material..dan diasumsikan material memakan 60% dari nilai bangunan. jadi yg dikenakan ppn hanya 40% nya saja.

Setelah cari sana sini..ketemu deh peraturan menteri keuangan tentang hal ini PMK 39/2010. ini yang terbaru dan revisi dari sebelumnya. yang berubah hanya satu…ternyata yang kena ppn bangun sendiri itu kalo bangunannya luas minimum 300 meter persegi. jadi kalo dibawah itu, tidak perlu membayar ppn bangun sendiri. jadi sekali lagi batasan yg kena ppn bangun sendiri itu bangunan 300 meter persegi keatas.

Fuih..lega deh, dengan gagah berani gw datengin kantor pajaknya. Gw bilang kenapa gw dikenai ppn bangun sendiri? mereka bilang petugas lapangan melihat luas tanah 200 meter dan rumah tingkat. Jadi diasumsikan luas bangunan lebih dari 300 meter dan tidak ada kontraktor yang mengerjakan. sehingga dianggap kena ppn bangun sendiri. Sekali lagi, mereka menerbitkan surat atas dasar pengamatan dari jalan raya dan asumsi yang dibangun.  Gw bilang luas bangunannya hanya 200 meteran..karena ada bidagn terbuka luas ditengah. jadi tidak ada itu lebih dari 300 meter. mereka bilang ya sudah, kalo gitu gak kena ppn.

Kok mudah ya mengeluarkan surat yang mengintimidasi dan kemudian bilang sorry. ..tapi gak apa deh, yg penting sekarang gw tau kalo yang kena ppn itu kalo luas bangunannya lebih dari 300 meter persegi. Kalo ada yg dikenakan pajak atas ppn bangun sendiri ini, cek dulu luasnya.Kalo gak mau kena ppn bangun sendiri, bangunnya bertahap aja..he.he.kan lumayan tuh daripada kena 4%.

 

Advertisements