Kemarin kebetulan mampir di Mitra 10 Kalimalang…dan kaget liat harga blok hebel 10 centimeter..dijual per biji Rp 10 ribu !
gile..naik lagi nih..terakhir waktu pameran bahan bangunan dan renovasi 2 minggu lalu..memang sudah disebut satu kubik sekarang sudah jadi 800 ribu !..gile…gile..baru bulan maret awal gw beli masih 695 ribu per kubik…kalo 10 ribu per biji, maka satu kubik berarti 880 ribu yak.
tadinya gw penggemar berat bata blok seperti hebel..tapi dengan harga yg seperti ini..wuih, bayangkan sept 2010 beli merk lain, bukan hebel satu kubik masih 480 ribu..hebel sudah 580 ribu, maret hebel sudah 695 000, april sudah 800 ribu..terpikir untuk lain kali bangun rumah pakai bata merah aja deh..tapi apa iya lebih murah?

update nih..kemarin ke mitra 10 lagi..posisi 20 mei 2011, hebelnya yg 10 cm tebalnya dah 10.800 per biji..satu kubik ada 88 biji..tinggal kali aja…lalu ke material di tebet..power block, merek populer lainnya …sudah 825 ribu per kubik untuk yang tebal 10 cm. Bata merah? lagi bagus musimnya..dari cikarang gak ada ujan, jadi supply banyak..mantaf lah ketemu dengan demand yang juga banyak gara2 hebel ato bata ringan aerasi harganya naik gila2an..

dari sisi bahan, penasaran juga mo lihat lebih murahnya berapa sih..tapi karena bukan orang teknik tentu aja gak ngerti detail hitungannya…googling, eh dapet tuh skripsi mhs UI yang membandingkan biaya material alternatif dengan bata dalam pembuatan tembok di perumahan semanan indah. ini dia linknya: http://www.digilib.ui.ac.id/file?file=digital/126512…Pengaruh%20material-HA…

ada beberapa catatan dari skripsinya. pertama dia pakai mortar merk karya mortar..lalu ukuran pemakaian dia pakai zak yang 50 kg..entah kenapa tidak pakai kilo saja ya..kan kalo zaknya 25 kilo hitungannya jadi ngaco yak.
anyway, ini dia perbandingannya dari sisi bahan…skripsinya tahun 2008 jadi harganya gw update lagi..kira2 saja dengan harga sekarang…

Tembok Batu Bata, diplester, diaci
Pasangan kuantitas satuan harga total

1 Bata Merah 70 biji 425 29,750
2 Pasir 0.045 kubik 257,143 11,571
3 Semen Portland 9.68 kilogram 1,080 10,454
Plesteran
1 Pasir 0.028 kubik 257,143 7,200
2 Semen Portland 7.29 kilogram 1,080 7,873
Acian
1 Semen Portland 8.24 biji 1,080 8,899
total semuanya Rp. 75,748

Tembok Bata Ringan,diplester mortar, diaci mortar
Pasangan
1 Blok Bata Ringan 8.33 biji 10,000 83,300
2 Mortar Thin Bed 0.08 zak 50 kg 90,000 7,200
Plesteran
1 Mortar Plester 0.385 zak 50 kg 50,000 19,250
Acian
1 Mortar Acian 0.044 zak 50 kg 85,000 3,740
Total Semuanya menjadi Rp 113,490

ternyata terlilhat jelas bahwa bata merah jauh lebih murah dibandingkan dengan bata ringan dari sisi bahan saja.
lalu bagaimana dengan keunggulan lain yaitu kecepatan pemasangan sebagaimana yang selalu didengungkan sebagai salah satu keunggulan bata ringan? dari skripsi diperlihatkan waktu pengerjaan lapangan..plesteran dan acian hampir sama waktunya…tapi pemasangan beda waktu hampir 50%. jadi secara teoritis waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan dinding satu meter persegi oleh tukang 50% lebih cepat pakai bata ringan, tapi kemudian plester dan acian akan sama saja. Nah keunggulan ini akan sirna kalau kita lihat di lapangan. Pekerjaan pembangunan rumah bukan seperti bangun dinding atau pagar keliling lapangan bola. rumah banyak lika likunya, paling top 5 meter tembok..dah brenti kena kolom praktisnya. artinya kecepatan pasang itu pasti terhambat karena medanya berliku-liku, bukan kayak pagar keliling. satu lagi, biasanya setelah sampai tinggi setengah, kolom praktis dibuat dan dicor dulu..jadi gak mungkin ngebut..nembok sampai habis satu dinding baru cor kolom…pasti setengah tinggi dinding, brenti dulu..cor kolom..dah kering baru jalan lagi. artinya kan gak terlalu guna ngebut kalo medan berliku-liku n kadang-kadang bensin dipinjem dulu..
apalagi kalo lihat bagaimana tidak efisiennya penggunaan waktu kerja di lapangan..alhasil keunggulan waktu ini tidak bisa dinikmati dalam bentuk dinding yang lebih luas dan lebih cepat bangunnya. Jadi argumentasi ini secara teoritis benar, namun prakteknya keunggulan waktu ini sudah diwujudkan jadi kecepatan kerja.
keunggulan lain, struktur yang lebih ringan bila pakai bata ringan, masuk diakal sih..tapi gimana menterjemahkannnya menjaid satuan biaya? misalnya karena lebih ringan maka struktur bisa lebih relax…berapa pengurangan biaya pembesian dan besi yang dihemat? gak jelas.
alhasil keuntungan ini belum bisa dikuantifisir..memang ada, tapi signifikan ato tidaknya bila dibandingkan dengan yang terjadi di lapangan.

Dari sisi bahan, bata merah lebih murah, upah kerja..kira-kira sama. dari sisi waktu lebih cepat yang bata ringan namun keunggulan ini kalo gak dipakai, malah mubasir. karena tukang kita bayarannya relatif murah, jadi proses penggunaan waktunya juga mohon maklum..ini yg bikin material yg lebih mahal dengan keuntungan pemasangan cepat, seperti bata ringan ini lah..jadi kehilangan kegunaannya.
jadi satu-satunya keunggulan teknis bata ringan hanya bobotnya yang ringan. sisanya, yang lainnya tergantung pendapatn masing-masing sih…
monggo yg di teknik sipil dicek tabelnya..bener gak.

Advertisements