Berbagi Pengalaman Mengatasi Masalah Mata

Mata Gatal, Busway, Halodoc, dan Betapa Bergunanya Teknologi

Minggu lalu gw mengalami kejadian kecil yang ternyata cukup menyiksa: mata gatal. Awalnya sih biasa saja. Entah kenapa mata kiri dan kanan terasa agak gatal di pangkal mata. Bukan yang sampai bikin panik, tapi cukup bikin tidak nyaman. Kayak ada yang ganggu, tapi nggak jelas apa.Sebagai orang yang sudah cukup sering mengalami mata kering, gw langsung ambil air mata buatan Cendo Hyalub. Biasanya obat ini cukup ampuh kalau mata lagi rewel. Gw tetes lalu gw lanjut hidup seperti biasa.

Tapi ternyata kali ini ceritanya tidak sesederhana itu. Dua hari kemudian bukannya membaik, malah terasa makin gatal. Bola mata juga mulai terasa kering. Kalau berkedip rasanya agak seret, seperti ada gesekan kecil yang seharusnya tidak ada. Masih bisa ditahan sih. Tapi sudah mulai mengganggu.

Malam harinya situasi memburuk. Gatal di pangkal mata sudah sulit ditahan, dan rasa kering di bola mata makin terasa. Yang membuat gw mulai curiga adalah bagian dalam kelopak mata bawah berubah warna. Dari yang biasanya putih pucat…jadi kemerahan.Nah, kalau sudah begini biasanya badan kita mulai mengirim sinyal: ini bukan sekadar mata kering biasa.Gw mulai berpikir: jangan-jangan iritasi.

Akhirnya gw buka Halodoc, cari dokter spesialis mata, lalu mulai chat. Dokternya cukup responsif. Dia minta gw foto mata. Caranya simpel: hadapkan kamera HP ke mata, lalu kirim langsung. Tidak lama dokter membalas. Katanya kemungkinan masalahnya hanya produksi air mata yang kurang, jadi disarankan pakai air mata buatan lagi, kali ini merek Protagenta. Dalam hati gw sempat mikir juga..lah… gw sudah pakai air mata buatan juga dari kemarin.

Tapi ya sudahlah. Gw pikir dokter tentu lebih tahu. Gw langsung klik beli obat di aplikasi. Hebatnya, kurang dari 30 menit obat sudah sampai di rumah.Biayanya juga cukup bersahabat: Konsultasi dokter: Rp59 ribu; Obat + ongkir: sekitar Rp70 ribu. Teknologi memang luar biasa. Konsultasi dokter tanpa harus keluar rumah.

Masalahnya, gak sembuh. Besoknya bukannya membaik, malah makin parah.Kelopak mata bawah mulai bengkak.
Mata mulai memerah. Gatalnya makin menjadi. Yang paling terasa sebenarnya adalah rasa seret setiap berkedip. Seolah-olah mata lagi protes keras.Tapi karena hari itu gw ada rapat, gw tetap meneteskan obatnya. Meski jujur saja rasanya seperti tidak cocok. Sore hari waktu pulang naik busway, gw merasa kondisi mata sudah benar-benar tidak beres. Gak ketahan lagi sambil mikir juga, kalo nyari dokter mata mesti ke Rumah sakit padahal dah malam.

Akhirnya di dalam bus gw buka lagi Halodoc. Gw cari dokter yang kemarin… ternyata offline. Ya sudah, gw pilih dokter mata lain. Gw kirim semua riwayat chat sebelumnya, termasuk obat yang sudah gw pakai. Lalu dokter minta foto mata lagi. Gw selfie mata di busway, sambil ngebayangin sebelah gw pikir ini bapak bapak sinting kali ya. Tapi ya sudahlah. Kesehatan lebih penting.

Tidak lama dokter menjawab. Katanya konjungtiva mata gw sedang iritasi dan meradang. Kali ini resepnya berbeda: Eye Refresh n Tobroson Ditetes tiap 3 jam. Begitu gw sampai rumah, obatnya juga sudah sampai. Lagi-lagi cepat sekali. Total biaya Konsultasi dokter: Rp59 ribu; Obat + ongkir: sekitar Rp100 ribu

Malam itu gw sempat meneteskan obat dua kali. dan hasilnya cukup ok. Pagi hari saat bangun, kondisi mata gw sudah jauh lebih baik. Gw tetes lagi pagi dan siang dan pulih sudah. Tidak bengkak; Tidak merah lagi dan berkedip sudah terasa normal. Seolah-olah drama mata gw selama beberapa hari itu langsung selesai begitu saja.

Kadang kita baru sadar betapa pentingnya mata ketika dia mulai bermasalah. Mata gatal sedikit saja bisa bikin hidup terasa tidak nyaman. Fokus kerja terganggu, baca layar jadi susah, bahkan berkedip pun terasa menyebalkan. Yang juga menarik buat gw adalah satu hal: teknologi benar-benar mengubah cara kita berobat.

Dulu kalau mau konsultasi dokter spesialis mata ; harus cari rumah sakit, cari parkir, daftar, antre, periksa, kasih resep, tunggu di apotik ambil obat. Gw bisa konsultasi dokter sambil duduk di busway.Foto mata, kirim, dapat resep, klik beli obat… dan obat sampai sebelum gw sampai di rumah. Terima kasih dokter.Terima kasih Halodoc.Dan tentu saja…terima kasih teknologi.

Leave a comment