Bangun Rumah

Ini kisah tentang pengalaman pribadi bangun rumah amatiran. Tentu dibilang amatiran karena memang asli belajar dari pengalaman aja..plus dituntun Mbah Google. Jadi tentu aja banyak pengalaman pelajaran yang bisa diambil. Enaknya, kalo ada yang salah..bisa dikoreksi lagi di bangunan berikutnya. Lalu tersedia kesempatan banyak banget buat eksperimen, belajar sendiri. Nah, setelah beberapa kali bangun rumah dan renovasi, tentu saja banyak yang bisa dibagikan.

Buat yang lebih tahu, tentu saja banyak gak pas nya ini tulisan tulisannya. tapi gak apa, kalo mo diprotes silakan-toh ini negara demokrasi asli. kalo mo dikoreksi..dengan senang hati. kalo gak setuju, monggo ditulis aja yang baru. Gampang aja kan ya.

Rumah yg dibangun selama ini sih type kecil aja. yang pertama kira kira 20o meter persegi bangunannya dua lantai. selanjutnya gak lebih dari 130 meter persegi, dua lantai juga tapi diatas tanah 90 meter persegi. Ada juga renovasi ..tapi ini isi waktu tukang aja.

Pengalamannya didapat dari proses bangunnya yang rada mahal. Tukang dibayar harian..lalu gambar beberapa pakai jasa arsitek. Lengkap dengan gambar kerjanya. jadi tinggal ikutin aja. Beli bahan dan jenisnya sendiri aja. Jadi merangkap nih staff pembelian, pengawas, pembayar gaji juga….

yang pertama ini rumah sendiri ..pengalaman pertama.

28032011(004) 28032011(005) 05042011(001)05042011(002)05042011(003) 28032011(007)sebelum diplestersudah diplester acisudah diplesterbaja raingan prydabaja ringan dan alumunium foil 2baja ringan dan alumunium foilbalokan buat panelbawah panel lagibawah panelpanel besi lonjoranpanel dipasangpanel kepasang13082011(013)13082011(017)13082011(016)13082011(015)13082011(014)zzz13082011(001)13082011(002)gambar enam02072011(001)02072011(003)04082011(011)04082011(007)13082011(005)

Advertisements

7 thoughts on “Bangun Rumah

  1. pahalanainggolan Post author

    ngga ada sama sekali mas… aku lihat bondek dipakai banyak orang sekarang sbg dak lantai..belum sempat coba karena tukang belum pernah sih..tapi kayaknya mudah saja kok..dijanjikan lebih cepat..bagusnya lihat dulu yg sudah jadi kali ya..rata rata ditawarkan terima jadi 500 ribu-550 ribu…boleh dipertimbangkan.

    On Tue, Oct 20, 2015 at 5:57 AM, To Give….To Share…. wrote:

    >

  2. andy2122232425

    pak, dalam masa pembangunan/renovasi beberapa rumah yg pernah pak Pahala laksanakan itu, adakah petugas P2B (atau petugas pemerintah semacamnya) yg sempat mengunjungi ?? mohon sharingnya. terimakasih

  3. pahalanainggolan Post author

    bangun rumahnya selama ini sih di jakarta selatan dan tangerang selatan ..dan gak pernah ada petugas p2b nya. ke tukang ku aku bilang kalau ini IMB nya..tolong dipasang di depan..supaya tidak memancing ingin tahu. kalau di jkt selatan petugas pbb yang datang..lalu tanya alamat yg punya..dan kirim surat peringatan katanya bangunan ku kena ppn bangun sendiri..lalu aku jawab sesuai aturan saja..luasan tidak melebihi 200m persegi. …dengan mendatangi kantor pbb. 3 rumah begitu selalu dan selesai seperti itu saja. saran saja..kalo imb sih rasanya perlu..supaya bangunnya tenang..dan kalo mo dijual ato dikpr kan IMB itu syarat mutlak..

    *http://sudah-sore.com *

    2016-12-30 22:24 GMT+07:00 To Give….To Share…. :

    >

  4. andy2122232425

    Maaf late reply om. maklum liburan dulu. hehee.
    Thanks banget info dan sharingnya..
    iya, maksud sy jg mmg mau membangun resmi dg IMB dg plang/spanduk kuning itu. cm maksud sy tanyakan hal tsb adlh apakah ada petugas P2B yg datang lalu “nyari2 kesalahan”, spt misalnya mempermasalahkan/ngukur2 garis sempadan yg ternyata dibangunnya krg sesuai dg yg di KRK, atau nyari2 perbedaan2 denah/tampak dg denah yg kita ajukan, atau semacam2nya gt lah.
    dan thanks om, udah dijawab bhw gak pernah ada org P2B yg dateng dan “ngrecokin”.

    Saya banyak baca dan belajar dr blog sharingnya pak Pahala ini, sungguh berguna sekali. Thks banget om, dan please keep sharing.
    Nah justru dr byk baca disini sy tau klo ada bbrp yg dibangun realisasinya “ada beda2 dikit” dg denah IMB yg diajukan. hehe πŸ˜€
    Jd, mohon sharing lg om, “pelanggaran2” yg dilakukan selama membagun bbrp rumah tsb, apa aja om? πŸ˜€ yg plg ringan spt apa, yg plg “parah” spt apa?
    Misalnya, “nyuri2 dikit” garis sempadan, majuin bbrp senti ke depa, atau jg ttg jarak bebas blkg, dan semacamnya gt.

    Hehehe, mohon maaf bukan maksud apa ya om. Tp justru ingin minta sharingnya, soalnya lahan saya sempitt. Jd biar sy jd tau, siapa tau ada yg msh termasuk aman klo sy nanti mau “melanggar” dikit2. hehee πŸ˜€
    Bila gak enak klo ditulis disini, mohon diemail aja ke saya ya om. andy2122232425@gmail.com
    Makasih byk.

  5. pahalanainggolan Post author

    yg aman kalo gak substantif..lantai satu setengah jadi dua lantai..ato dua lantai jadi 3 lantai..sempadan jalan..dilanggar…itu semua gawat kalo ketauan dan gampang diketahuinya… kalo perubahan di dalam rumah gak masalah sama sekali..kamar 3 jadi 4..gpp, layout berubah..gpp. jadi lebih penting yg tampak muka..jadi dikira kira aja bro..yg aman kayak apa.

    *http://sudah-sore.com *

    2017-01-09 1:30 GMT+07:00 To Give….To Share…. :

    >

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s