Perempuan bisa banget cegah korupsi…

Kayaknya jarang banget yang ngebahas perempuan dan perannya dalam kasus korupsi. Kalo di media  kita lihat perempuan yang terekspose ke publik tentang korupsi.. gak jauh jauh dari peran ‘tambahan’. Yang cuma bikin kasus korupsinya jadi lebih dramatis. Gak lebih dari itu. Misalnya, uang hasil korupsi ternyata dipakai untuk bayar penyanyi top..Di media kita pasti dengar tuh… penyanyi top dimintai keterangan..dan ramai lah analisa sesudahnya. Ada juga kasus yang melibatkan model wanita ato selebrities. Dimintai keterangan deh itu seleb…meriah lah jagat berita. Tapi perhatiin deh, gak lebih dari itu peran perempuan.

Ada juga sih pelaku korupsi alias tersangka yang perempuan. Jumlahnay banyak tapi kalo dianalisa detail rata rata perannya kecil saja. Kebanyakan menjalankan lakon yang sudah diatur dalang nan canggih itu. Jadi perempuan sebagai pelaku korupsi jarang yang juga berakting sebagai aktor intelektualnya.

Apa iya sih gak ada peran buat perempuan di pemberantasan korupsi Indonesia, selain obyek dan kaki tangan seperti diatas? Waktu bicara di depan ibu ibu dharma wanita persatuan salah satu kementerian, gw kepikir secara khusus apa sih peran wanita dalam pemberantasan ato spesifik aja..pencegahan korupsi.

Perannya ada 2 tentunya..peran negatif, dan peran positif. Untuk peran negatif, tanpa disadari sudah berjalan dan terjadi dimana-mana. Negatif pertama, perempuan yang mendorong suaminya untuk mencari penghasilan lebih dari seharusnya  melalui kebutuhan sosial yang disampaikan ke suaminya. Umumnya sih bukan kebutuhan hidup tetapi keinginan hidup…Jadi tekanan sosial sebagai istri pejabat misalnya, akan disampaikan ke suaminya yang pejabat dalam bentuk daftar kebutuhan yang secara sosial dituntut oleh lingkungan. Misalnya kalo suaminya pejabat tinggi, dan di lapangan ternyata istrinya tidak tampil sebagaimana istri pejabat tinggi, maka tekanan sosial terjadi. Istri pejabat dipandang lingkungan harus tampil pertama dan utama. Kalao istri bawahannya kendaraan, liburan, biaya kecantikan, property yang dimiliki katakanlah sebesar X, maka istri atasan selayaknay harus menunjukkan X plus. Jadi masalah kalau tidak bisa menunjukkan ke lingkungan. Akan dicibir sebagai istri pejabat yang tidak pantas. Begitu juga di keluarga besarnya. Jadilah ia mendorong suaminya supaya mencari penghasilan lebih. untuk menjawab tekanan sosial sebagai pejabat.

Peran negatif kedua, mendorong suaminya untuk korupsi dalam bentuk diam saja. Artinya, ketika suaminya membawa penghasilan yang diluar seharusnya, istri diam saja. Suami akan meanggap inisiatif nya mencari penghasilan ini disetujui dan didukung istri. Buktinya tidak diprotes sama sekali kok. Bila dilakukan sejak lama, tentu dibaca bahwa istri mendukung suami mencari penghasilan di luar yang seharusnya. Bahkan ada yang justru memuji  ketika suami membawa harta tidak sah.

Jadi istri yang mendorong suami untuk memenuhi kebutuhan sosial dan istri yang diam saja ketika suami membahwa penghasilan di luar seharusnya merupakan peran negatif perempuan dalam pemberantasan korupsi. Perempuan justru mendorong agar suaminya korup.

Peran positif perempuan tentu ada…Pertama, dia harus ingatkan pasangannya untuk tidak mencari uang melebihi yang seharusnya. Ribet banget ya bahasanya..intinya para istri harus bisa dan berani mengingatkan suaminya untuk tetap kerja dan cari uang di jalur yang benar, alias jangan korupsi.

Peran positif kedua, perempuan juga harus menunjukkan ketidaksukaannya untuk setiap harta yang diperoleh suaminya..jika itu diduga tidak sah. Tanyakan lah paling tidak. Jadi jangan diam sama. Istri harus menunjukkan gestur dan sikap tidak setuju dan tidak menghargai hasil dari suami kalo seperti itu.

Peran positif perempuan berikutnya, yang  kedua yang terkait dengan korupsi di pekerjaan suami  adalah mendukung dengan tidak menerima apapun, baik barang ato jasa dari siapapun yang tidak ada hubungannya. Jadi para pemasok di kantor suami, kalau tidak bisa menyuap suami bisa jadi dengan cara mengantar barang hadiah ke rumah. Nah disini peran istri. tolak segera..tidak ada orang yang baik hati memberikan barang atao apapun ke rumah..pasti terkait dengan pekerjaan suami dan itu tergolong gratifikasi. Jadi jangan berlagak bodoh, pura pura tidak tau. Perempuan ato istri yang demikian akan menyulitkan suami yang baik di pekerjaannya. Karena bila suami berhasil menolak suap dan menjalankan tugas dengan lurus, dengan adanya penerimaan barang oleh istri di rumah, jadi lemah posisinya ke pemasok ato vendor di kantor. Oleh karena itu, istri dapat berperan dalam mencegah suami menerima suap dengan cara menolak juga kalau ada yang memberi ke istri di rumah.

Peran positif ke empat dan super penting. Didiklah anak anak anda agar jujur. Kalo di sekolah sudah ada pendidikan kejujuran..lalu guru sudah berusaha jujur dalam melaksanakan tugasnya..maka para perempuan, atau ibu ..jangan hancurkan nilai kejujuran yang dicoba ditanamkan ke anak anak di sekolah. Beberapa cara yang meruntuhkan nilai kejujuran misalnya mendorong anak menjadi terbaik di kelas tidak peduli kalo harus nyontek, beli bocoran soal dan sebagainya. Bisa juga nilai itu runtuh ketika para perempuan atau istri mengirimkan hadiah ke guru kelas pada saat akhir semester..entah tanda terima kasih ato apa pun juga ..anak pasti melihat. Dan bohong besar kalau sikap guru tidak berubah ke anak murid yang orang tuanya rajin kasih hadiah atau disebut sebagai penerimaan gratifikasi.

Anak yang didorong ibunya untuk menghalalkan segala cara asal menjadi yang terbaik…sama dengan orang tua yang memupuk bakat korup ke anak. Ketika ia dididik ibunya untuk mengabaikan nilai kejujuran ..nilai kerja keras, maka tinggal tunggu waktu dan kesempatan..ia akan korupsi. Sedangkan orang tua yang tidak selaras sikapnya dengan upaya sekolah termasuk guru kelas misalnya untuk menanamkan nilai jujur ke anak murid..sesungguhnya ia tidak memahami perannya dalam mencegah korupsi. Anak yang melihat orang tuanya..lebih khusus ibunya menanamkan nilai jujur dan kerja keras tentu berpikir seribu kali untuk mencapai hasil terbaik dengan nyontek. atau lebih parah lagi, orang tua yang justru mengirimkan hadiah ke gurunya.

Nah, siapa bilang perempuan perannya kecil dalam pemberantasan korupsi. Tinggal dipilih saja..mo peran positif atao negatif…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: