Bangun rumah kali ini kayaknya paling kacau nih. banyak banget revisinya..dah jadi dibongkar lagi ato terpaksa diperbaiki. paling parah, sambungan pipa air gak sempurna, padahal ditanam di tembok. jadi pas pompa air dan pompa dorong nyala, temboknya basah! kacau banget deh. tapi semua itu ketemu penyebabnya. Jarang diliat. sederhana aja, kalo bangun rumah jarang diliatin, ada aja keputusan sederhana yang terpaksa dibuat tukang. padahal kadang kan beda standar ya. Tapi sudahlah, sudah lewat, dan ini kayak kompilasi detail detail yang semuanya seperti gw bilang diatas, bermuara ke kurangnya waktu nongkrong di bangunan.

Pintu Pagar Dorong-kombinasi
Pintu dorong untuk pagar paling efisien untuk carport. hemat tempat dan mobil juga manuvernya bisa lebih mudah. nah kail ini, rumah lebar depan 9 meter dan carport dibikin untuk 2 mobil berjajar (kira kira menghabiskan 6 meter). Supaya lebih kuat pintu pagar maunya pintu dorong saja. Masalahnya dengan lebar 9 meter..untuk carport 6 meter, berarti Panjang pintu dorong 6 meter..padahal sisa lebar muka hanya tinggal 3 meter lagi kan. Katakanlah dibuat pintu kecil 1 meter di sebelah ujungnya, jadi kalau keluar masuk motor atau orang kan tidak perlu pintu dorong yang dibuka. Lebar pintu kecil 1 meter, jadi pintu dorongnya kira kira 5 meter. Tetap saja gak bisa ya, karena sisa nya hanya 3 meter itu.
Kalau pintu lipat semua, untuk lebar 6 meter, berarti ada 6 pintu yang disambung engsel. Pengalaman sih harus extra tebal besi nya. Kalo pakai yang normal saja tebalnya, yang biasa tukang pagar pakai, sudah pasti pintu yg tengah akan ‘turun’. Kalo dah turun, gak enak dilihat karena gak rata pagar kita. Memang sih kalo dilihat beban engselnya sangat berat dan engsel dilas ke plat besi tanpa penguatan. Jadilah pintu yg paling tengah, yang menanggung beban paling berat akan turun perlahan.
Muter muter sekitar rumah, eh ada yg masalahnya sama dan solusinya jitu banget. Jadi dibikin pintu dorong 3 meter, lalu nempel ke ujung pintu dorong ditambahin engsel untuk 2 pintu lipat kira kira 1 meter per pintu. Jadi total 5 meter. Nah diujung satu lagi kan pintu lipat yang 1 meter untuk mondar mandir orang/motor. Nah selesai deh urusan pintu gerbangnya

pagar dorong 3 meter plus 2 lipat 1 meter dan pintu jalan 1 meter


Rooster- motif modern
Selama ini, belum pernah pake rooster beton. kali ini  tertarik mo coba dan pake rooster karena motifnya sudah banyak beda dan modern. kalo rooster yang klasik kan motifnya  kayak 3 berlian, ato kotak kotak aja. Lewat website, gw beli rooster beton motif baru. Dipasang di dua dinding, di lantai bawah dan di lantai 2.

Ternyata sesudah jadi gak terlalu bagus.- menurut gw nih… rooster kalo di dalam rumah. Mungkin dia bisa bikin aksen buat dinding ya. tapi dibalik roosternya, jelek banget….kayaknya rooster ini hanya bagus untuk out door ya.. kayak buat pagar tembok, atau yang berbatasan dengan lapangan luas begitu. Kalo di dalam ruangan, setelah beberapa lama ternyata menyimpan debu. ditambah warna semennya yang suram. Coba gw atasi dengan cat sewarna dengan cat tembok..biar gak terlalu menyolok. Lumayan jadinya, area rooster tidak putus dengan warna tembok sekeliling ya. Tapi tetap aja motif itu ternyata rame banget kalo di ruangan dalam. Terlebih lagi, kalo mo pake AC ruang tamunya malah gak bisa..karena kan merembes aja itu nanti udaranya. Hadeuh..ya sudah lah. Sudah terlanjur. Kalo tau bakal begini, waktu baru bikin di lantai bawah sudah diberhentiin deh. baru liat lagi pas sudah dipasang bawah dan atas.

 

 

roaster di bawah warna sama dengan tembok
roaster di atas warna asli beton
rooster buat outdoor tembok pagar..malah lebih oke kayaknya

 

belakangnya rooster-gak rapih banget ya
belakang rooster -gak rapih banget


Rough in-jarak lubang closet ke dinding

Kali ini memang pemantauan atas detail rumah sangat longgar. Yang fatal adalah rough in atau jarak dari lubang closet ke dinding. Waktu tukang akan cor lantai 2 sebenarnya rough in ini sudah harus kita informasikan berapa cm jaraknya. Karena tukang akan buat lubang di lantai cor untuk saluran pembuangan dari closet. Lubang ini perlu dipastikan berapa jaraknya dari dinding nantinya. Karena tidak ada komunikasi, tukang gw berasumsi bahwa kali ini akan pakai closet TOTO dengan rough in 50 cm seperti biasa. Jadi, dia buat lubang dengan jarak 50 cm untuk WC lantai atas dan dicor lah lantainya. 

Untuk kamar mandi yang di bawah, rough in bisa fleksible karena maju mundur dari tembok bisa dibuat dengan mudah sebelum pasang lantai. Beda dengan WC di atas. Kalau lubang yang disediakan ternyata tidak cocok akan makan waktu perbaikannya. Kalau lubang terlalu dekat dengan dinding, misalnya lubang 30 cm, sedangkan closet kita beli yang rough in 50 cm.  Solusinya,   beton lantainya haru dilubangi dan lubang yang sudah ada ditambal. Sebaliknya, kalau lubang sudah dibuat jauh, katakanlah 50 cm padahal closet yang dibeli rough in hanya 30 cm. Akan kelihatan aneh, karena tanki air closet tidak menempel dengan dinding. Ada rongga dengan tembok kira kira 10-20 meter. Repot kan…terpaksa dibobok lagi lantai betonnya.

Ini bener benar fatal untuk kamar mandi di lantai 2. Tadinya didisain closet menghadap kaca pembatas shower, jadi sejajar dengan pintu masuk. Closet nya eco washer dan tidak perlu jet shower atau semprotan air lagi. sudah melekat di body closetnya dan kalau ditutup closetnya, dia menutup dengan lambat.

Dengan rough in 50 cm. ternyata closet nempel kaca sliding !! Dan tukang tidak bilang ..jadi keliatan waktu sudah dipasang. Closet sama sekali gak bisa dipakai, karena kaki orang akan nempel di kaca. Jadi kalo mo pake closet harus kayak naik kuda dulu, dilangkahin body closetnya.

Kalau diputar arahnya 90 derajat, seperti yang arah sekarang ini, ternyata closet terlalu panjang. Jadi pintu kamar mandi gak bisa ditutup !. Haduh…tambahan lagi, kalo 90 derajat arahnya, rough in nya kepanjangan, karena jarak dengan tembok yang satu lagi hanya sekitar 25 cm saja.

arah asli nya seperti panah karena lubang terlalu jauh diputar 90%

 

diganti closet yang lebih kecil ukurannya … karena jarak dengan pintu- kalau pakai TOTO yang pakai eco washer – gak muat sama sekali. pintu gak bisa ditutup.

untungnya, ada closet untuk kamar mandi pembantu, TOTO dengan rough ini hanya 22 cm dan lebih pendek bodynya, dibanding seri sebelumnya yagn pake eco washer. Jadi dipindah deh closetnya, yang agak kecil yang dipasang. Ini juga hanya menyisakan beberapa sentimeter aja dari lintasan pintu kamar mandi.

Konyol konyol kayak gini bisa banget dihindari kalau selama proses pembangunan diikuti dan dipantau terus jadinya kayak apa. jadi kalo ada yg agak aneh, paling nggak keputusan bisa segera diambil. jangan kalo dah jadi, sudah terpasang..baru keliatan anehnya.


Tembok retak dan listrik

Biar sudah berkali-kali pasang listrik masih aja bloon nya muncul nih. Sudah pesan ke tukang pasang listriknya, kalo tembok sudah jadi..monggo mulai dipasang instalasi listriknya. Biasanya untuk saklar ato stop kontak harus dipasang 2x datang. Datang pertama, waktu tembok belum diplester..tukangnya harus tanam pipa pralon kecil untuk tempat kabelnya di dinding. Pralon ini biasanya diameternya lebih besar dari tebalnya plesteran nantinya. Jadi, seharusnya tukangnya bikin deh semacam got ato dicoak gitu sepanjang pipa. jadi nongolnya pipa di dinding tidak terlalu tinggi. Teorinya nanti ketika diplester..tertanam sempurna. 

kali ini tukang listriknya gak dateng dateng..jadi tukang lanjut aja dengan plester tembok..gak dateng juga..tembok diaci semen. baru deh dia datang pas sudah diaci semen. dia bikin gotnya ato dicoak temboknya..sepanjang pipa kabel..dari plafon turun ke stop kontak ato saklar. kerjaan berat nih..sudah diaci plester kan. Sesudah habis beberapa hari untuk pekerjaan yang sebenernya bisa dibikin lebih cepat dan efisien ya…baru deh ditanam pipanya dan kabel dimasukin. Baru diplester dan diaci lagi. Ini pangkal bencananya. Gak homogen aciannya..jadilah retak memanjang ke plafon..di beberapa saklar dan stop kontak. Pas musim panas, retak makin jadi. Sudah ditutup filler dan dicat lagi. 

solusinya sebenernya sederhana aja ya. minta tukang listrik dateng 2x. pertama waktu dinding baru jadi..pasang pipa pralon untuk kabel buat semua stop kontak dan saklar. dah gitu diplester tukang,diaci halus temboknya..baru dia dateng lagi masukin kabel ke pipa dan pasang stop kontak dan saklarnya. mulus pasti temboknya..

retak gara gara acian gak menyatu plus gak rata juga…

Floor drain 

Sekali lagi, ini karena gak pernah dilihat lihat..tiba tiba floor-drain ato yang sering disebut saringan air sudah dipasang. karena kurang dari yang dibeli, tukang dengan inisiatifnya beli aja di toko bangunan biasa. buat tukang sih ini kan hanya floor drain jadi apa yang ada dipasang dan oke. Padahal untuk saringan air itu, idealnya ada bola atau setengah bola dibawah saringan nya. jadi bisa menyaring kotoran yang melekat dan lunak, sebelum masuk ke saluran dan menyumbat.  yang paling sering deh, rambut rontok terkumpul di saringan kamar mandi. Kalau saringan nya ada bola, jadi gak langsung dari saringan ke pipa pembuangan, pasti airnya gak jalan. Jadi kita harus buang dulu..baru saringan lancar. Akan lebih gawat kan kalo langsung aja saringan lancar..dan itu kotoran malah menyumbat pipa. Kalaupun gak harus yang stainless, yang plastik kayak merk alinco kan bisa dipakai ya. murah dan tahan lama. Kalo saringan hanya satu lapis dan kaleng begini..haduh nanti kalo sempat mampet payah deh. Ato saringannya karatan..bongkar lagi kan untuk gantinya. Kenapa ya gak sekali kerjain dan selesai, gak usah diurus bertahun tahun nantinya.

saringan kaleng-karatan dan gak ada fungsi menahan kotoran lunak kayak rambut ato serat
ini juga saringan kaleng satu lapis bakal karatan nih dan yang pasti gak bisa nahan kotoran halus seperti serat sapu, rambut dan sejenisnya

 

saringan dari plastik dibawahnya ada bola penahan kotoran, yang paling banyak merk alinco, murah meriah dan tahan lama
ini bahannya stainless-lebih bersih aja keliatannya tapi ada penahan setengah bola dibawahnya untuk menahan kotoran sebelum masuk ke pipa

Rumah Lampu

Waktu beli rumah lampu untuk teras depan gak bisa juga bayangin berapa besar dan berapa banyak. kira kira aja nih..perlu 3 titik lampu dan ukurannya kira kira sebesar yang ini. Sudah terpasang baru lihat..sekali lagi karena gak pernah liat kemajuan bangunan ya. Terlalu besar dan terlalu rapat jaraknya. tapi mo gimana lagi..sudah terpasang. Pas dinyalakan lampunya semua..kayak akuarium, terang banget di teras atas

terlalu besar diameter rumahnya dan terlalu banyak untuk jarak teras 6 meter saja