Mengurus Sertifikat di BPN Jaksel (1)

Mengurus sertifikat di kantor BPN Jaksel membutuhkan kesabaran ekstra. Bukan karena lama prosesnya..tapi karena serba gak jelas..Bayangkan menunggu sesuatu yg gak jelas pasti berasa lama banget..dibanding kalo menunggu sesuatu yang sudah jelas kan. Di Polda misalnya, kalo kita mo urus BPKB..pegang nomor antrian 100, di loket terlihat sedang diproses antrian 60 ..kan kita bisa prediksi masih berapa lama lagi kita dilayani..jadi kalau mau baca koran, makan siang, beli kopi silakan saja..toh terukur berapa lama nantinya giliran kita.

Awalnya, setelah ke notaris untuk proses jual beli, didapatlah serangkaian dokumen untuk gw sebagai pembeli untuk mengurus proses pembuatan sertifikat. Yang paling penting tentu aja Akta Notarisnya..yang menunjukkan telah terjadi peralihan dari penjual. Karena dokumen pemilikan aslinya kartu kavling Asian Games, maka nama penjual logikanya harus sama dengan kartu tadi. Dalam kasus gw ini, pemilik sudah wafat..padahal kartu kavling atas nama almarhum..jadi dianggap rumah tadi diwariskan kepada 6 anaknya. Penjual disini adalah 6 anaknya dan pembeli gw…Dokumen pendukungnya apa yang dapat menunjukkan pewarisan ini? tentu saja harus ada Surat  Pernyataan Waris (format standar dan wajib diketahui lurah), lalu Surat Tidak sengketa (format standar dan ditandatangani semua ahli waris), Surat Penguasaan Fisik (format standar juga semua tandatangan). Tentu saja surat bukti setor BPHTB (atas nama pembeli) dan SSP Pajak Penjualan (atas nama penjual). Terakhir SPPT PBB tahun terakhir  dan bukti bayarnya (notaris biasanya minta bukti sudah bayar untuk 10 tahun terakhir..tapi daftar pembayaran per tahun saja juga ok kok dan ini bisa minta di kecamatan). Kartu Keluarga dan KTP pembeli tentu saja perlu juga sebagai bagian dari berkas yang harus disampaikan waktu pengurusan di BPN.

Langkah pertama, tanya mbah google..browsing untuk cari tau dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sertifikat dari surat tanah kavling asian games. cari di web nya bpn jakarta selatan…gak ada tuh keterangan yang membantu. coba hubungi kantornya lewat telfon yang ada di web nya….dua nomor, yang pertama kebon binatang Ragunan (dan mbaknya juga mengeluh kenapa no telp kebon binatang mereka yang dicantumkan ya..) yang kedua, rumah orang lain..Jadi nomor telfon sama sekali tidak membantu. Akhirnya ke web bpn indonesia aja langsung…lumayan, ada sedikit tapi gak spesifik. Singkatnya, BPN memang meminta kita semua datang saja kesana kalau mau dilayani. mau nanya dokumen yang diperlukan juga harus datang kesana..he.he.he…kayak jaman batu aja.

akhirnya gw datang kesana…dengan percaya bahwa prosedurnya secara garis besar adalah: pengukuran, penetapan lalu pendaftaran hak. Nah pengukuran ini tahap pertama yang harus dilalui. Dokumen yang dibutuhkan : 1. KTP/KK pemohon, 2. Akta Notaris jual beli sebagai ‘jembatan’ antara nama di dokumen asal (surat kavling asian games) dengan nama pemohon 3. PBB Tahun terakhir dan bukti bayar.  Setelah semua gw siapin..dateng deh ke bpn jakarta selatan.

Paling enak parkir di perumahan tanjung barat ..kira kira 100 meter dari perlintasan rel kereta, ambil jalur lambat dan langsung masuk komplek perumahan mewah ini. sok PD aja..kayak penghuni, karena harus lewat pos satpam. Belok kanan kedua..ikut aja..tiba tiba dah di belakang kantor BPN nya. parkir di tanah kosong masjid..supaya gak ganggu parkiran penghuni perumahan yang baik hati ini…lagian BPN bikin kantor gak mikir parkir, gak mikir jalan akses..kalo jalan aslinya, jl. Alwi itu cuma cukup semobil..jadi kalo ketemu kudu terbang yang satunya…parkirnya? gak ada…nyelip di kebon kebon ato rumah orang…gelo dah.

pertama-tama beli dulu map resmi..kuning untuk ukur, hijau untuk penetapan…@10 ribu. kedua, ambil nomor antrean..pilih pengukuran..selanjutnya nunggu di loket. eh ada pegawainya duduk di meja informasi..gw nanya dulu deh..mo mastiin apa semua dokumen sudah lengkap. eh dia bilang KTP/KK copya perlu dilegalisir lurah…waduh, balik kanan grak dah alias pulang.

hari berikutnya, sudah legalisir KTP..dateng pagi pagi..wedeh..antrean sudah kira kira 60 orang menuju mesin nomor antrean. Sebagian besar pegawai kantor notaris..sebagian besar mo proses cek sertifikat untuk transaksi jual beli…tapi karena mereka sudah hafal daerah sini ya..antar mereka nitip nomor aja…untung aja hari ini karena banyak dibatasin. Satu orang hanya boleh ambil 3 nomor antrean saja. gw ambil satu…dan tanya lagi, di loket mana gw antri..ajaibnya, si mbak gak ngerti dimana..jadi tanya dulu ke petugas loket yg tulisannya sih pengukuran tapi lagi sibuk melayani pengecekan sertifikat.  akhirnya disebutkanlah gw harus antri di loket pendaftaran/permohonan..jadi bukan di loket pengukuran. ya sudah deh….di loket ini semua berkas diperiksa manual kelengkapannya..dibaca juga. jadi agak lama…padahal gw cuma pengukuran dulu..kalo penetapan memang demikian. Dibaca semua dokumen dan dinyatakan lengkap atau tidak untuk proses…

Nunggu di loket ini..orang orang kok gak ikutan nomor antrean..dan lama banget per orang..gak sabar juga nih. gw tanya..apa ini loketnya..jawab ibu petugas nya iya pak…saya mau permohonan pengukuran ..dia bilang sekalian pak, diperiksa bareng permohonan penetapan..jadi siapin map nya kuning dan hijau…plus map terpisah isinya dokumen aslinya. Satu lagi..SEMUA fotocopyan harus dilegalisir NOTARIS !!!! waduh, balik kanan grak lagi..karena semua copyan gak ada legalisir notarisnya. Terpaksa deh minta legalisir notaris dulu…

Ini kali ketiga kembali kesana. targetnya mendapatkan surat tanda terima permohonan pengukuran saja. Kali ini dateng siang aja..abis jam makan siang. ambil nomor antrian dulu…eh sudah koit mesinnya..jadi langsung aja ke loket pemeriksaan. begitu petugasnya muncul..langsung aja gw datengin…ternyata benar..permohonan pengukuran akan diperiksa dokumennya seperti permohonan penetapan. jadi map kuning dan map hijau plus map isi dokumen asli akan diperiksa langsung.

map kuning isinya:

– formulir 3 lembar yang harus diisi (termasuk formulir surat kuasa kalau dikuasakan) – pakai materai.

– copy surat kavling – legalisir notaris

– copy akta notaris- legalisir juga

– copy ktp/kk- legalisir lurah plus notaris

– copy pbb terakhir dan bukti bayar – ini juga dilegalisir….

map hijau isinya semua copy dokumen di map kuning plus dokumen yang menunjukkan bagaimana alas hak (surat kavling asian games) berganti menjadi milik kita. Jadi kalau kita beli dari pemilik langsung yang namanya ada di surat kavling, maka perlu ada akta notaris jual beli..kalau kita beli dari ahli warisnya, perlu ada surat waris..kalau penjual juga beli dari orang lain, harus ada dokumen pendukungnya..begitu seterusnya sehingga nama di surat kavling  awal nya bisa ditelusuri hingga nama kita dan semua didukung dokumen yang lengkap. untuk kasus gw dilampiri lagi:

– SSP pajak penjual dan Surat setoran BPHTB

– Surat Pernyataan Waris

– Surat Penguasaan Fisik

– Surat Tidak Sengketa

Map terpisah berisi dokumen asli dari map kuning dan hijau ini…dan ikut ditahan mereka..jadi kartu keluarga dan ktp jangan dimasukin ke map ini..nanti kan kacau kalau lagi perlu.

Setelah menunggu 1 jam, akhirnya dinyatakan pemeriksaan OK. Surat permohonan pengukuran bisa diproses. Diberilah Surat untuk setor biaya pengukuran. Pindah loket, setor 500 ribuan (Resmi nih). tunggu dipanggil.. dan menunggu tanpa tau sudah dimana berkas kita, nomor berapa yang sedagn diproses…pokoknya menunggu tanpa kepastian. Satu jam 30 menit .baru dipanggil…diberi tanda setor. Kembali lagi ke loket permohonan..lalu diberi Surat Tanda Terima dokumen. Fuiiih….lega. Kapan tukang ukur datangnya? ini no hp petugasnya pak..silakan hubungi saja…wuih..swakelola nih. selanjutnya kayak apa prosesnya? nanti dikasih tau tukang ukur..he.he.he.pokoknya gak informatif banget dah.

Ok, sekarang gw perlu menghubungi tukang ukurnya nih…untuk proses selanjutnya. jadi urusan sementara ini dengan tukang ukur yang ditunjuk.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s