Tadinya ini lemari serba serbi. dibuat dari jati belanda alias jati peti kemas orang bilang. warnanya terang, dan ciri khasnya urat kayunya sangat dominan. Kayu jati belanda ini terkenal ringan, kuat, dan murah. Namun urat kayu nya yang sangat kuat dan dominan membuatnya ‘susah’ untuk menyatu dengan barang barang disekitarnya. Bayangkan saja warna lemarinya sudah hampir putih..lalu urat kayu yg jelas dan tegas dan divernish mengkilap.

Nah iseng iseng, lemari yg sudah pensiun dari tugasnya ini diperbaharui. Idenya mau mewarnai natural saja, jadi tidak perlu mengkilap. Lalu warnanya dibuat lebih tua supaya urat-uratnya netral dengan warna yang natural, tidak mengkilap namun halus. Mulai deh dikerjakan..

Pertama, tentu saja amplas bersih. Ini perlu tenaga besar..makanya enaknya pakai sander listrik aja. Jadi sepuas puasnya membersihkan sisa vernish di seluruh bagian lemari. Pakai amplas nomor 400 saja. Beli yang lembaran..selembar sekarang 3000 perak ..potong memanjang jadi 3. Ambil satu, selipkan di mesin amplas listriknya. ini gambar mesin amplasnya..tapi kantong belakangnya jarang dipakai sih..ribet soalnya. Mesin amplas ini bisa dibeli mulai 500 ribu sampai 1 juta. kalo buat rumahan sih jarang pakainya..yg 500-600 ribu juga sudah cukup lah..maktec ato bosch china,krisbow …..kalo yg professional biasanya pakai yg merk bosch ato makita jepang….soalnya heavy duty.

Kedua sesudah diamplas 400, mulai dengan diamplas lagi yang lebih halus..gw sih pakai aja nomor 1000. ini yg bikin kayu jadi halus sekali.

Sudah bersih semua, dengan amplas 1000 mulai deh diplitur. Beberapa tukang kayu dah gak mau lagi pakai plitur bertahap..maksudnya finishing kayu bertahap. Kalo kita ingat jaman dulu..pakainya spritus dicampur sirlak. ini yg disebut plitur, tapi warnanya gak bisa diatur…lalu bertahap keluar deh produk Impra dan Ultran. Proses nya lebih panjang..pertama dikasih filler alias dempul. jadi kayu diisi dulu pori porinya dengan filler ini. Lalu diamplas ..dan diberi lapisan kedua,

Sesudah pori tertutup, dikasih stain alias warna. nah ini tersedia berbagai jenis warna..tinggal dipilih. gw pakai candy brown..soalnya ini yg sisa di gudang..daripada beli ya. sekalengnya sih kurang dari 50 ribu tapi biasanya pakainya hanya sedikit. jadi pasti sisa. Woodstain ini tidak perlu dicampur thinner.

Nah seharusnya lapisan lanjutannya sanding sealer sebagai warna dasar…tapi gak usah ah. mau natural aja kayunya…jadi sanding sealer dilewatin aja. Terakhir barulah diberi lapisan lack alias vernish..ini untuk melindungi lapisan warna dari goresan dan memelihara warna agar awet. Nah lapisan vernish ini ada yang mengkilap (gloss) ada yang doff. Untuk lapisan ini perlu thinner pengencernya. jadi diencerkan. disemprot pakai spray gun lebih bagus…ditunggu kering, dan jadilah lapisan keras dan mengkilap.

woodstain diusap dengan kuas besar. Tapi bulu kuas diberi kaus kaki..dibungkus begitu. kalo tidak dibungkus bahan kain..nanti garis garis bekas bulu kuas terlihat di permukaan kayu. jadi harus dibungkus..sehingga prosesnya seperti membasahi permukaan dengan kain. tipis tipis saja. Sesudah seluruhnya diwarnai, tunggu 10 menit, amplas pakai nomor 1000 mengambang saja. jangan ditekan keras..kayak diusap usap aja..nanti warnanya akan bule. Lapis lagi. tunggu 10 menit..amplas ..lapis lagi. tunggu….amplas ..sampai 7 kali.

Kalau warna woodstainnya muda kayak candy brown, pengulangan ini bisa membuat warna jadi lebih tua..perlahan lahan. tapi kalo warna sudah tua..dilapis berkali kali bisa makin tua aja. Jadi deh…gampang banget kan. ini dia foto fotonya:

Advertisements