Menurut sahibul hikayat tanah dan kavling di Tebet itu dibarter oleh pemerintah sewaktu membangun stadion utama senayan sekitar tahun 1960 awal untuk event Asian Games. Jadi pemerintah menukar tanah penduduk yang tinggal disekitar gelora bung karno dengan tanah di Tebet. Penukaran ini dilakukan dimana masing masing penduduk yang berhak mendapatkan Surat penunjukan besarnya 1/2 halaman folio. Intinya surat ini bilang bahwa Pemerintah, dalam hal ini pengelola gelora bung karno memberikan hak untuk menempati dan membangun untuk sebidang tanah yang disebutkan persil nomornya. Sederhana aja suratnya. Satu lagi, surat ini bisa diperjual belikan langsung. Jadi bisa buat akta peralihan atas dasar jual beli. Untuk sebidang tanah 90 meter persegi dihargai Rp 1.800 pada tahun 1961

Nah berdasarkan surat inilah kita bisa urus sertifikatnya. Rumah tua yg gw beli ini sejarahnya surat kavling asian games nya atas nama Ibu A. Lalu ada akta jual beli antara ibu A dengan Bapak B. Bapak B wafat meninggalkan anak 8 orang yang sudah menikah semua, bahkan satu dari anaknya laki laki juga sudah meninggal. Nah, gw tanya notaris dulu, apakah aman beli dari struktur seperti ini. Notaris bilang sih aman, kalau semua yg 8 itu mau tandatangan dan ada Surat Keterangan Waris dari Kantor Kelurahan.

Jadi kurang lebih prosedurnya, ada surat penunjukan kavling dari Asian Games-pengelola gelora senayan. Kalo sudah dialihkan ada akta jual belinya ato pengalihan hak. Lalu dari nama yang mendapat hak ini bila sudah wafat perlu Surat Keterangan Waris dari Kelurahan. Berbekal ini semua, barulah transaksi dengan pembeli bisa dilakukan untuk mendapatkan Akta Jual Beli dari Notaris. Tentu saja pajak pajaknya normal, 5% untuk penjual dan 5% untuk pembeli dikurangi batas tidak kena pajak dulu.

Berbekal AJB plus surat asli tadi, barulah bisa dimulai mengurus peningkatan status dari penunjukan kavling Asian Games menjadi Sertifikat. Katanya sih bakal jadi nya HBG dulu. Notarisnya menawarkan untuk 2 kavling, total 180 meter harga pengurusan terima jadinya 35 Juta. Kira kira satu kavling yg tertulisnya di Surat PEnunjukkan kavling asian gamesnya hanya 80 meter itu biayanya 17,5 juta.

gw putusin mo ngurus sendiri aja lah. sekalian biar pengalaman nambah tentang pengurusan surat ini. Babak pertama, masukin surat ke loket pendaftaran di kantor BPN Jakarta Selatan. Alamatnya gokil, jalan satu mobil, disebelah perumahan Tanjung Barat. Jadi dari perempatan jalan tol itu ke arah margonda sedikit, lalu sesudah dealer mobil ke kiri..masuk terus..ini gang satu mobil jadi kalo ketemu ya sabar aja. Ato masuk ke perumahan tanjung barat, ambil kanan, mentok ke pinggiran perumahan..dan parkir deh. ini kantor BPN nya di pinggir perumahan lah kira kira.

Masukin loket perlu isi form permohonan, copy surat surat diatas. Dari sini diberi nomor pendaftaran. Katanya dengan nomor ini kita bisa cek statusnya di web nya BPN..tapi kenyataannya nggak tuh..gak jalan web nya. gelo deh….

Dari pendaftaran dia pergi ke bagian pengukuran..jadi kita dikasih map dua jenis..yg pertama untuk pengukuran..kalo sudah diukur resmi berapa luasnya baru dimasukkan ke map penetapan. Nah untuk pengukuran ini kudu sabar…tenaga yg ngukur terbatas…jadi antri. Kapan tanah kita diukur? seperti biasa..gak jelas. gak ada batasan waktunya. Ya sudah lah..naik dulu ke lantai dua..ketemu tukang ukurnya, minta tolong tanah kita diukur duluan..tentu saja ada biaya taksinya. untuk dua persil itu gw kasih masing masing sejuta. Langsung dateng soalnya sejak pendaftaran ,jadi gak pake lama. Diukur fisiknyy 90 meter persegi padahal surat hanya 80 meter. Nah ini ada dua pilihan. Pertama biar aja sertifikat disebutkan sesuai dengan surat penunjukkan Asian Gamesnya 80 meter. Kedua, selisihnya itu harus kita beli dari pengelola gelora bung karno. Harganya 25% x 10 meter x NJOP sekarang, kira kira satu persil 90 meter kenanya 7 juta. Nah opsi ini nanti sertifikatnya 90 meter persegi.

Sesudah diukur, keluar surat ukur. kira kira disebutkanlah tanah kita gambarnya dan denah  rumah tetangga juga. Luasnya ternyata disebut 80 meter. Sialan deh, terpaksa minta ukur lagi karena sudah keluar Surat Penetapan Ukur dari Kepala seksi ukur. Habis kira kira 2 minggu tuh, dari tukang ukur ke tukang verifikasi, lalu ke bagian input data, lalu ke seksi ukur deh untuk rubah suratnya jadi 90 meter per bidang tanah. Huh, ada ada saja nih tukang ukurnya.

Keluar SK dari bagian ukur lalu siap untuk bayar selisihnya. Untuk itu, minta dulu surat rekomendasi untuk bayar ke Yayasan Gelora Bung Karno. Surat keluar, bawa ke Pintu 1 Senayan, kantor YGBK daftar lagi. Kira kira proses normal 1 bulan. Bayar dulu estimasi harga tanahnya itu. Kita akan diinformasikan berapa jumlah yang harus dibayar. eh…dasar dasar deh, direktur yayasannya baru..jadi perlu waktu untuk memahami transaksi ini. ngeri dia kali karena ini menjual aset negara berupa tanah seluas 10 meter x 2 persil.he..he.he..jadi mandeg deh. dari satu bulan molor jadi 3 bulan..luar biasa nih.

Sekarang sudah keluar surat dari YGBK yg menyatakan bahwa tanah sudah dijual dan kita bawa lagi ke BPN. Proses lanjutannya mulai lagi..dari ukur..lanjut ke penetapan. Nah ini lagi jalan prosesnya…katanya sih kalo dah keluar penetapannya sudah bisa diurus IMB nya ke kecamatan. SK Penetapan ini kemudian nanti dilanjutkan untuk urus sertifikatnya…panjang banget yak jalurnya.

Nah liat deh jalurnya ribet banget..untuk itu mending pegang aja deh orang di bagian ukur…lalu di bagian penetapan. orang ukur sih tinggal buat ukur n input data lalu dapat SK Ukur. selesai urusan. Lalu pindah ke orang bagian penetapan…ini yg rada panjang. karena harus mengawal sejak penerbitan surat rekomendasi hingga ke proses penetapan dan penerbitan ..Enakknya sih orangnya jelas, clear n gak berbelit belit..gw kena 7 juga buat sk penetapan 2 tanah dan 7 juga lagi katanya buat proses sertifikat hgb nya. Ok gw bayar 50% dulu aja nanti kalo sk penetapan keluar, gw urus sendiri aja IMB nya.

Prosesnya masih panjang nih..dari Januari 2012 sampai sekarang..buset kan. ok, keep cool..sabar..ikutin aja langgam birokrat kita ini.

Advertisements